Google Search terus mengalami perubahan. Jika sebelumnya pengguna terbiasa melihat daftar website dalam hasil pencarian, kini Google semakin banyak menghadirkan jawaban yang dirangkum menggunakan kecerdasan buatan melalui AI Overview.
Kondisi ini membuat pemilik website, blogger, pelaku UMKM, affiliate marketer, maupun pengelola media sosial perlu memahami strategi baru dalam membuat konten. Pertanyaannya, bagaimana cara agar website atau akun sosial media kita bisa muncul atau menjadi sumber informasi di Google AI Overview?
Tidak ada cara instan untuk menjamin sebuah website atau akun media sosial pasti masuk AI Overview. Namun, ada sejumlah praktik yang dapat meningkatkan peluang konten kita ditemukan, dipahami, dan digunakan Google dalam fitur pencarian berbasis AI.
Google sendiri menjelaskan bahwa praktik SEO tradisional tetap relevan karena AI Overviews dan fitur AI di Search menggunakan sistem ranking dan kualitas Google Search. (Google for Developers)
Berikut strategi yang bisa diterapkan.
Google AI Overview adalah fitur pada Google Search yang memberikan rangkuman jawaban menggunakan teknologi AI berdasarkan informasi dari berbagai sumber yang tersedia di web.
Misalnya seseorang mencari:
“Bagaimana cara membuat website untuk UMKM?”
Google dapat menampilkan rangkuman jawaban di bagian atas hasil pencarian, kemudian menyediakan tautan ke sejumlah sumber yang digunakan untuk mendukung informasi tersebut.
Artinya, website tidak hanya bersaing untuk mendapatkan posisi nomor satu di hasil pencarian biasa, tetapi juga memiliki peluang untuk menjadi sumber yang dirujuk oleh AI Overview.
Google menyebut AI Overviews sebagai salah satu fitur generatif dalam Search yang mengambil informasi dari konten yang tersedia dalam indeks Google. (Google for Developers)
Jawabannya tidak ada jaminan.
Tidak tersedia tombol atau pengaturan khusus di Google Search Console yang bisa membuat website otomatis masuk AI Overview.
Karena itu, hindari jasa SEO yang menjanjikan:
“Website pasti masuk AI Overview Google.”
Yang bisa dilakukan adalah meningkatkan kualitas, relevansi, kredibilitas, dan kemudahan Google memahami konten website.
Google juga menegaskan bahwa tidak diperlukan teknik khusus seperti membuat file llms.txt agar sebuah website dapat muncul dalam fitur AI Google Search. (Google for Developers)
Jadi, jangan terlalu fokus mencari “hack AI Overview”. Lebih baik fokus pada konten berkualitas dan SEO yang benar.
Salah satu strategi paling penting adalah membuat artikel yang menjawab pertanyaan pengguna secara jelas.
Contohnya, jangan hanya membuat artikel:
“Website dan SEO”
Lebih baik membuat artikel:
“Cara Agar Website Muncul di Google untuk Pemula”
Kemudian jawab pertanyaan yang kemungkinan muncul dari pengguna:
Format seperti ini membantu pembaca mendapatkan jawaban yang lengkap dalam satu halaman.
Konten yang bagus bukan hanya memiliki banyak kata.
Struktur juga penting.
Gunakan:
Contohnya:
H1: Cara Agar Website Masuk Google AI Overview
H2: Apa Itu Google AI Overview?
H2: Apakah Semua Website Bisa Masuk AI Overview?
H2: Cara Meningkatkan Peluang Website Muncul di AI Overview
H3: Buat Konten Berkualitas
H3: Gunakan Data dan Fakta
H3: Bangun Kredibilitas Website
Struktur seperti ini membuat artikel lebih mudah dibaca manusia sekaligus lebih mudah dipahami mesin pencari.
Jangan membuat pembaca harus membaca 1.000 kata hanya untuk menemukan jawaban.
Misalnya target keyword:
“Cara agar website masuk AI Overview Google”
Pada bagian awal artikel, berikan jawaban langsung:
Agar website memiliki peluang muncul atau dijadikan sumber oleh Google AI Overview, buat konten berkualitas yang relevan dengan kebutuhan pengguna, mudah dipahami, memiliki informasi yang dapat dipercaya, dapat dirayapi dan diindeks Google, serta mengikuti praktik SEO dan kebijakan spam Google.
Setelah itu baru jelaskan secara mendalam.
Strategi ini juga bagus untuk pencarian berbasis pertanyaan.
Jangan membuat artikel yang terlalu umum.
Misalnya Anda mempunyai bisnis:
Jasa Pembuatan Website di Solo
Jangan hanya membuat artikel tentang:
“Website”
Buat konten yang lebih spesifik seperti:
Dengan begitu, website Anda memiliki topical relevance terhadap bidang tertentu.
Jika ingin website dikenal Google sebagai sumber informasi dalam sebuah bidang, jangan hanya membuat satu artikel.
Buat kumpulan konten yang saling berhubungan.
Misalnya website membahas WordPress.
Anda dapat membuat:
Kemudian hubungkan artikel-artikel tersebut menggunakan internal link.
Hasilnya, website tidak hanya memiliki satu artikel tentang WordPress, tetapi membangun kumpulan informasi yang komprehensif.
Ini sangat penting.
Jangan hanya mengambil informasi dari website lain lalu menulis ulang dengan kata-kata berbeda.
Berikan sesuatu yang memang berasal dari pengalaman atau penelitian Anda.
Contohnya:
Kurang kuat:
Elementor adalah plugin WordPress untuk membuat website.
Lebih kuat:
Dalam penggunaan Elementor pada website WordPress, salah satu masalah yang sering ditemui adalah penggunaan terlalu banyak widget dan addon yang dapat menambah beban halaman. Karena itu, gunakan widget seperlunya dan lakukan optimasi setelah desain selesai.
Contoh kedua memberikan informasi praktis yang lebih bernilai.
Google juga memperingatkan terhadap konten berskala besar yang dibuat terutama untuk memanipulasi ranking tanpa memberikan nilai tambah kepada pengguna. (Google for Developers)
Jika membahas sesuatu yang membutuhkan fakta, gunakan sumber yang dapat dipercaya.
Misalnya artikel tentang:
Anda dapat mengutip atau merujuk pada sumber resmi.
Untuk topik Google Search, misalnya, sumber utama yang sangat baik adalah dokumentasi resmi Google Search Central.
Hal ini membantu artikel terlihat lebih serius dibandingkan artikel yang hanya berisi opini tanpa dasar.
Website yang jelas identitasnya akan lebih mudah dipercaya pengguna.
Pastikan website memiliki halaman:
Untuk artikel, tampilkan nama penulis.
Contohnya:
Ditulis oleh Warsito
Praktisi digital marketing dan WordPress.
Jika memang memiliki pengalaman di bidang tersebut, tambahkan informasi yang relevan.
Tujuannya bukan untuk “mengakali” AI Overview, tetapi membangun kejelasan dan kredibilitas website.
Internal link sering dianggap sepele.
Padahal internal link membantu Google menemukan dan memahami hubungan antarhalaman.
Misalnya Anda membuat artikel:
Cara Membuat Website WordPress
Di dalam artikel tersebut Anda dapat menghubungkan:
Gunakan anchor text yang jelas.
Contoh:
Setelah menginstal WordPress, Anda dapat melanjutkan dengan membaca panduan cara memilih plugin WordPress yang tepat.
Lebih baik daripada:
Klik di sini.
Konten sebagus apa pun tidak akan banyak membantu jika Google kesulitan mengaksesnya.
Periksa:
noindexGunakan Google Search Console untuk memantau bagaimana Google menemukan dan mengindeks halaman website.
Structured data membantu memberikan konteks tambahan mengenai sebuah halaman.
Contohnya:
Namun jangan menganggap schema sebagai “tiket masuk AI Overview”.
Google menjelaskan bahwa structured data tidak diwajibkan secara khusus untuk muncul di fitur generatif Search. Meski demikian, structured data tetap dapat berguna sebagai bagian dari strategi SEO secara keseluruhan. (Google for Developers)
Jadi gunakan schema yang sesuai dengan isi halaman, bukan memasukkan semua jenis schema secara sembarangan.
Google saat ini semakin banyak menampilkan berbagai jenis konten.
Karena itu, strategi Anda sebaiknya tidak hanya:
Artikel → Google
Tetapi:
Website + Video + YouTube + Instagram + TikTok + Facebook + Google Business Profile
Kemudian semua platform tersebut membahas topik yang sama.
Misalnya Anda menjual jasa website.
Website membahas:
“Cara Membuat Website untuk UMKM.”
Kemudian:
TikTok:
“3 alasan UMKM perlu website.”
YouTube:
“Cara membuat website bisnis dari nol.”
Instagram:
Infografis manfaat website.
Facebook:
Studi kasus website UMKM.
Dengan strategi tersebut, Anda membangun kehadiran digital yang konsisten di berbagai platform.
Ini sedikit berbeda dengan website.
Google dapat menemukan dan menampilkan konten dari berbagai sumber di web, termasuk konten video dan sosial.
Karena itu, jangan membuat akun TikTok hanya dengan mengandalkan hashtag.
Optimalkan:
Contoh:
Griya Digital | Website & SEO
Jelaskan secara jelas siapa Anda dan apa yang Anda lakukan.
Jangan:
Tips #fyp #viral
Lebih baik:
Cara Membuat Website UMKM agar Terlihat Profesional
Jelaskan isi video menggunakan bahasa natural.
Sebutkan topik secara jelas.
Misalnya:
“Pada video ini saya akan membahas cara membuat website untuk UMKM.”
Hal tersebut membuat konteks video lebih jelas.
YouTube sangat penting jika Anda ingin membangun kehadiran konten di Google.
Buat video berdasarkan pertanyaan pengguna.
Misalnya:
Keyword:
“cara membuat website”
Buat video:
Cara Membuat Website WordPress untuk Pemula
Kemudian bahas:
Jika memungkinkan, buat artikel di website yang membahas topik yang sama.
Kemudian embed video YouTube tersebut di artikel.
Dengan demikian Anda memiliki:
Artikel + Video + Social Media
dalam satu topik.
Sosial media sebaiknya tidak hanya digunakan untuk mengejar viral.
Gunakan juga untuk membangun brand entity.
Misalnya nama brand Anda:
Griya Digital
Gunakan nama yang konsisten di:
Kemudian gunakan deskripsi bisnis yang konsisten.
Dengan demikian pengguna dapat melihat bahwa berbagai akun tersebut memang mewakili entitas atau brand yang sama.
Jika website Anda disebut oleh website lain yang relevan, hal tersebut dapat membantu membangun reputasi online.
Misalnya Anda mempunyai website tentang digital marketing.
Anda dapat memperoleh mention melalui:
Namun jangan melakukan spam backlink.
Google memiliki kebijakan terhadap praktik yang bertujuan memanipulasi sistem ranking. Kebijakan spam tersebut juga berlaku pada respons generatif di Google Search. (Google for Developers)
Ini sangat penting bagi pemilik website yang menggunakan AI untuk membuat konten.
AI boleh digunakan sebagai alat bantu.
Namun jangan melakukan:
Keyword → AI → Generate 500 artikel → Publish otomatis
terutama jika artikel-artikel tersebut hanya berbeda nama kota atau beberapa kata tetapi isinya hampir sama.
Google secara khusus menjelaskan bahwa scaled content abuse dapat terjadi ketika banyak halaman dibuat terutama untuk memanipulasi ranking dan tidak memberikan nilai kepada pengguna. Hal tersebut dapat terjadi terlepas dari apakah konten dibuat oleh manusia, AI, atau metode lainnya. (Google for Developers)
Jadi kalau menggunakan AI, tambahkan:
Ini adalah cara berpikir yang sangat berguna.
Saat membuat artikel, tanyakan:
“Kalau Google membutuhkan jawaban untuk pertanyaan ini, apakah artikel saya memiliki informasi yang layak dijadikan sumber?”
Misalnya Anda membuat artikel:
“Berapa biaya website WordPress?”
Jangan hanya mengatakan:
Harga website tergantung kebutuhan.
Berikan informasi lebih konkret.
Contoh:
| Jenis Website | Perkiraan Biaya |
|---|---|
| Landing Page | Rp500 ribu–Rp1,5 juta |
| Company Profile | Rp1,5–Rp3 juta |
| Toko Online | Rp2–Rp5 juta |
| Website Custom | Mulai Rp5 juta |
Kemudian jelaskan faktor yang memengaruhi biaya.
Konten seperti ini lebih berguna karena memberikan informasi yang bisa langsung digunakan pembaca.
Setelah menerapkan strategi SEO, jangan hanya menunggu.
Pantau performanya melalui Search Console.
Perhatikan:
Google juga telah memperjelas bahwa AI Overviews tercatat dalam laporan Performance di Search Console. (Google for Developers)
Artinya, Search Console semakin penting untuk memahami bagaimana performa website dalam ekosistem Google Search.
Ada perkembangan menarik yang juga perlu diketahui pemilik website.
Google memiliki fitur Preferred Sources, yang memungkinkan pengguna memilih situs tertentu sebagai sumber pilihan.
Menurut dokumentasi Google, situs yang dipilih sebagai preferred source dapat ditandai dalam AI Mode dan AI Overviews bagi pengguna yang telah memilihnya. (Google for Developers)
Google juga menyediakan cara bagi pemilik website untuk membantu pembaca memilih situsnya sebagai preferred source, termasuk melalui tombol interaktif maupun deeplink. (Google for Developers)
Ini menunjukkan bahwa membangun audiens yang sengaja mengikuti website Anda juga semakin penting.
Jika ingin menerapkan semuanya, gunakan alur berikut:
1. Tentukan niche
↓
2. Riset pertanyaan pengguna
↓
3. Buat artikel yang menjawab pertanyaan
↓
4. Tambahkan pengalaman dan informasi orisinal
↓
5. Optimalkan SEO on-page
↓
6. Hubungkan dengan artikel lain melalui internal link
↓
7. Buat video YouTube/TikTok
↓
8. Promosikan melalui media sosial
↓
9. Bangun brand dan reputasi
↓
10. Pantau Google Search Console
↓
11. Update artikel secara berkala
Strategi ini jauh lebih aman daripada mencari trik khusus untuk “memaksa” Google memasukkan website ke AI Overview.
Tidak ada tombol khusus untuk membuat website atau akun sosial media masuk Google AI Overview.
Cara terbaik adalah membangun konten yang benar-benar membantu pengguna dan mengikuti prinsip SEO Google.
Fokus utama sebaiknya pada:
Yang paling penting, jangan mengejar AI Overview dengan membuat konten sebanyak-banyaknya. Google secara resmi menekankan bahwa praktik SEO tetap relevan untuk fitur generatif dan konten harus memberikan nilai nyata kepada pengguna. (Google for Developers)
Jadi targetnya bukan sekadar “bagaimana supaya Google memilih artikel saya?”, tetapi:
“Bagaimana membuat konten yang paling layak dipilih ketika Google membutuhkan sumber untuk menjawab pertanyaan pengguna?”
Itulah pendekatan SEO yang lebih berkelanjutan untuk menghadapi era Google AI Overview.