Bagi pemilik UMKM, kemudahan pelanggan dalam menghubungi bisnis merupakan bagian penting dari pemasaran digital. Salah satu cara yang banyak digunakan adalah menyediakan WhatsApp sebagai saluran komunikasi bisnis.
Di Indonesia, WhatsApp menjadi salah satu aplikasi yang sangat familiar bagi pelanggan. Tidak sedikit calon pembeli yang setelah menemukan bisnis melalui Google langsung ingin bertanya melalui WhatsApp mengenai harga, stok, lokasi, layanan, atau cara pemesanan.
Karena itu, menghubungkan informasi kontak bisnis dengan WhatsApp dapat membantu memperpendek proses dari “menemukan bisnis” menjadi “menghubungi bisnis.”
Salah satu tempat yang perlu diperhatikan adalah Google Business Profile.
Dengan profil bisnis yang dikelola dengan baik, pelanggan dapat menemukan informasi bisnis melalui Google Search maupun Google Maps. Jika fitur kontak WhatsApp tersedia pada profil atau wilayah akun Anda, pelanggan dapat diarahkan ke WhatsApp untuk berkomunikasi dengan bisnis.
Lalu, bagaimana cara menambahkan nomor WhatsApp di Google Business Profile?
Mari kita bahas langkah demi langkah.
Google Business Profile merupakan profil bisnis yang digunakan untuk mengelola informasi bisnis di layanan Google.
Profil tersebut dapat membantu menampilkan informasi seperti:
Bagi UMKM, Google Business Profile dapat menjadi salah satu aset penting dalam strategi local SEO.
Misalnya seseorang mencari:
“jasa website Solo”
“percetakan dekat sini”
“bakery di Solo”
“bengkel motor terdekat”
“jasa desain website”
Jika bisnis Anda memiliki keberadaan yang baik di Google, calon pelanggan memiliki kesempatan lebih besar untuk menemukan informasi usaha Anda.
Bayangkan seorang calon pelanggan menemukan bisnis Anda di Google.
Mereka tertarik dengan produk atau layanan yang ditawarkan, tetapi masih memiliki pertanyaan:
“Berapa harganya?”
“Apakah masih tersedia?”
“Bisa dikirim ke luar kota?”
“Bisa pesan hari ini?”
Jika mereka harus mencari nomor WhatsApp secara manual dari Instagram atau website, sebagian calon pelanggan mungkin akan berhenti mencari.
Semakin panjang proses yang harus dilakukan, semakin besar kemungkinan calon pelanggan batal menghubungi bisnis.
Karena itu, menyediakan jalur komunikasi yang mudah dapat membantu meningkatkan peluang terjadinya percakapan dengan calon pelanggan.
Untuk banyak UMKM, WhatsApp menjadi pilihan yang praktis karena komunikasi dapat dilakukan secara langsung.
Fitur komunikasi pada Google Business Profile dapat berbeda berdasarkan wilayah, jenis bisnis, akun, dan fitur yang tersedia pada saat pengelolaan profil.
Karena itu, jangan heran jika satu bisnis memiliki opsi komunikasi tertentu sementara bisnis lain tidak melihat opsi yang sama.
Jika pada akun Anda tersedia opsi untuk menambahkan WhatsApp atau saluran chat yang mendukung WhatsApp, Anda dapat menggunakannya.
Namun, jika opsi tersebut tidak tersedia, jangan memaksakan atau menggunakan informasi yang tidak sesuai.
Anda tetap dapat menyediakan nomor WhatsApp melalui informasi bisnis yang tersedia, website, atau kanal digital lain yang dapat diakses pelanggan.
Sebelum melakukan pengaturan, siapkan beberapa hal berikut.
Gunakan nomor yang benar-benar digunakan untuk menerima pesan pelanggan.
Jangan menggunakan nomor pribadi yang jarang diperiksa jika nomor tersebut akan menjadi kontak utama bisnis.
Untuk UMKM, penggunaan WhatsApp Business sangat disarankan karena memiliki berbagai fitur yang dirancang untuk kebutuhan bisnis.
Anda dapat menggunakan profil bisnis, katalog, pesan otomatis, dan berbagai fitur komunikasi lainnya sesuai kebutuhan.
Pastikan Anda memiliki akses untuk mengelola profil bisnis Google.
Jika profil dikelola oleh orang lain, mintalah akses pengelolaan yang sesuai daripada membuat profil bisnis baru secara sembarangan.
Jika bisnis memiliki website, pastikan nomor WhatsApp juga dicantumkan di website.
Dengan begitu, pelanggan memiliki beberapa jalur untuk menghubungi bisnis.
Berikut langkah umum yang dapat dilakukan.
Gunakan akun Google yang memiliki akses untuk mengelola Google Business Profile.
Pastikan Anda menggunakan akun yang benar.
Jika Anda memiliki beberapa bisnis, periksa kembali profil bisnis yang sedang dikelola.
Cari nama bisnis Anda di Google saat login dengan akun pengelola.
Google biasanya akan menampilkan panel pengelolaan profil bisnis.
Dari sini Anda dapat melakukan berbagai perubahan pada informasi bisnis.
Periksa bagian yang berkaitan dengan informasi kontak atau komunikasi.
Tampilan menu dapat berubah karena Google terus memperbarui antarmukanya.
Jika tersedia opsi WhatsApp atau saluran chat yang mendukung WhatsApp pada akun Anda, pilih opsi tersebut.
Masukkan informasi WhatsApp sesuai format yang diminta.
Pastikan nomor yang digunakan benar dan aktif.
Perhatikan juga kode negara.
Untuk nomor Indonesia, gunakan kode negara +62 sesuai format yang diminta sistem, bukan menuliskan nomor secara sembarangan.
Setelah itu, simpan perubahan.
Dalam kondisi tertentu, Google dapat meminta proses verifikasi atau konfirmasi.
Ikuti instruksi yang muncul pada akun Anda.
Jangan menggunakan nomor yang bukan milik atau tidak dikuasai oleh bisnis.
Setelah menyimpan perubahan, periksa kembali profil bisnis Anda.
Cari bisnis melalui Google Search atau Google Maps dan lihat informasi kontak yang tersedia.
Perlu diketahui bahwa perubahan pada profil Google tidak selalu langsung terlihat di semua tampilan.
Karena itu, berikan waktu bagi sistem untuk memperbarui informasi.
Ini merupakan salah satu pertanyaan yang sering muncul.
Jika Anda tidak menemukan opsi WhatsApp pada Google Business Profile, jangan langsung menganggap bahwa akun Anda bermasalah.
Beberapa fitur Google Business Profile dapat berbeda berdasarkan:
Jika fitur WhatsApp tidak tersedia, Anda tetap memiliki beberapa alternatif.
Pastikan nomor telepon bisnis Anda aktif dan dapat menerima panggilan.
Jika pelanggan menemukan bisnis melalui Google, mereka dapat menggunakan informasi kontak tersebut.
Website dapat menjadi pusat informasi bisnis.
Anda dapat memasang tombol:
“Chat WhatsApp”
atau
“Konsultasi via WhatsApp”
di beberapa bagian website.
Misalnya pada:
Anda juga dapat menyediakan tautan yang mengarahkan pelanggan langsung ke percakapan WhatsApp.
Contohnya secara umum:
Format nomor harus mengikuti aturan internasional dan tidak menggunakan format nomor lokal yang diawali angka 0.
Link tersebut kemudian dapat ditempatkan pada website, media sosial, bio, atau materi promosi digital sesuai kebutuhan.
Memiliki nomor WhatsApp saja belum cukup.
Anda juga perlu memastikan pelanggan mendapatkan pengalaman komunikasi yang baik.
Lengkapi:
Profil yang lengkap terlihat lebih profesional.
Buat pesan pembuka yang membantu pelanggan memulai percakapan.
Misalnya:
“Halo, terima kasih sudah menghubungi Griya Digital. Ada yang bisa kami bantu?”
Pesan seperti ini membuat pelanggan mengetahui bahwa mereka sudah menghubungi akun yang benar.
Jika bisnis memiliki jam kerja tertentu, gunakan pesan otomatis untuk memberi tahu pelanggan kapan mereka akan mendapatkan respons.
Untuk UMKM yang menjual produk, katalog WhatsApp Business dapat membantu pelanggan melihat pilihan produk tanpa harus bertanya satu per satu.
Strategi yang lebih efektif bukan hanya menampilkan nomor WhatsApp.
Anda perlu membuat alur pelanggan yang sederhana.
Misalnya:
Google Search
↓
Google Business Profile
↓
Website
↓
↓
Konsultasi
↓
Pembelian
Contohnya, seseorang mencari:
“jasa pembuatan website UMKM Solo”
Kemudian menemukan Griya Digital.
Mereka melihat profil bisnis Google.
Setelah itu mengunjungi website untuk melihat layanan dan portofolio.
Kemudian mengklik tombol WhatsApp.
Semakin sederhana perjalanan tersebut, semakin mudah calon pelanggan mengambil tindakan.
Ada anggapan bahwa jika bisnis sudah memiliki Google Business Profile dan WhatsApp, maka website tidak diperlukan.
Padahal, ketiganya memiliki fungsi berbeda.
Berfungsi membantu bisnis ditemukan melalui Google dan Google Maps.
Berfungsi menjadi pusat informasi bisnis.
Berfungsi sebagai media komunikasi langsung dengan pelanggan.
Ketiganya dapat saling mendukung.
Website dapat menjelaskan bisnis secara lebih lengkap dibandingkan profil Google.
Misalnya website dapat memiliki:
Website juga dapat digunakan untuk membangun SEO sehingga calon pelanggan dapat menemukan bisnis melalui berbagai kata kunci yang relevan.
Jika ingin mendapatkan pelanggan dari Google, jangan hanya mengandalkan profil bisnis.
Bangun juga SEO lokal.
Misalnya bisnis Anda melayani wilayah Solo dan sekitarnya.
Buat informasi yang relevan mengenai:
Contohnya, Griya Digital dapat membuat artikel:
“Jasa Pembuatan Website UMKM di Solo”
atau
“Cara Membuat Website Bisnis untuk UMKM di Solo.”
Artikel tersebut kemudian dapat diarahkan ke halaman layanan.
Dengan demikian, website tidak hanya berfungsi sebagai kartu nama digital, tetapi juga sebagai sumber trafik dari mesin pencari.
Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya tidak dilakukan ketika menghubungkan WhatsApp dengan strategi Google Business Profile.
Calon pelanggan akan kecewa jika nomor tidak dapat dihubungi.
Jika tidak diperlukan, hindari terlalu sering mengganti nomor utama bisnis.
Jangan mencantumkan WhatsApp jika tidak ada orang yang bertugas memeriksa pesan.
Jangan mengirim pesan promosi berulang kepada orang yang tidak meminta.
Pelanggan sebaiknya dapat memahami siapa bisnis Anda dan apa yang Anda tawarkan.
Tidak selalu. Ketersediaan fitur dapat bergantung pada akun, wilayah, jenis bisnis, dan fitur yang disediakan Google.
Tidak selalu, tetapi WhatsApp Business sangat berguna bagi UMKM yang menggunakan WhatsApp sebagai saluran komunikasi utama.
Tidak harus selalu sama. Yang terpenting adalah informasi kontak tersebut benar, aktif, dan dapat digunakan pelanggan.
Ya. Website dapat memiliki tombol atau tautan yang mengarahkan pengunjung langsung ke WhatsApp.
Google menyediakan layanan Google Business Profile tanpa biaya untuk membuat dan mengelola profil bisnis. Namun, Anda mungkin membutuhkan biaya untuk layanan pendukung seperti pembuatan website, SEO, desain, atau pengelolaan digital marketing.
Sangat bisa. Bahkan keduanya dapat menjadi bagian dari strategi digital marketing yang saling mendukung.
Memudahkan pelanggan menghubungi bisnis merupakan salah satu bagian dari digitalisasi UMKM.
Namun, strategi digital yang baik sebaiknya tidak berhenti pada WhatsApp.
UMKM juga membutuhkan tempat untuk menampilkan informasi bisnis secara profesional.
Di sinilah website memiliki peran penting.
Griya Digital membantu UMKM dan bisnis membangun kehadiran digital melalui layanan seperti pembuatan website, landing page, dan kebutuhan digital lainnya.
Dengan website yang profesional, Anda dapat menghubungkan berbagai kanal pemasaran dalam satu ekosistem.
Misalnya:
Google → Website → WhatsApp → Pelanggan
Media sosial juga dapat ditambahkan:
Google + Instagram + TikTok → Website → WhatsApp → Pelanggan
Dengan sistem tersebut, setiap kanal memiliki fungsi masing-masing.
Anda tidak hanya mengandalkan satu platform untuk mendapatkan pelanggan.
Menambahkan WhatsApp pada strategi Google Business Profile dapat membantu UMKM mempermudah calon pelanggan menghubungi bisnis.
Langkah yang perlu dilakukan adalah memastikan Anda memiliki akses ke profil bisnis, menggunakan nomor WhatsApp yang aktif, memeriksa opsi komunikasi yang tersedia pada akun, mengikuti proses verifikasi jika diminta, kemudian memastikan informasi kontak bisnis tetap akurat.
Jika opsi WhatsApp belum tersedia pada profil Anda, jangan khawatir. Anda masih dapat menggunakan nomor telepon bisnis, website, dan link WhatsApp sebagai bagian dari strategi komunikasi pelanggan.
Yang paling penting adalah membangun ekosistem digital yang saling terhubung.
Google membantu pelanggan menemukan bisnis. Website memberikan informasi lengkap. WhatsApp membantu pelanggan berkomunikasi.
Bagi UMKM yang ingin berkembang di era digital, ketiga elemen tersebut dapat menjadi fondasi yang sangat berguna.
Ingin bisnis Anda memiliki website profesional yang terhubung dengan Google dan WhatsApp?
Hubungi Griya Digital untuk konsultasi kebutuhan website dan digitalisasi bisnis Anda.
Griya Digital — Membantu UMKM Tumbuh di Era Digital.